BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "KABAR MEDIA NEWS"

Brigjen Pol. Solihin: Kepastian Identitas Korban Adalah Hak Dasar Keluarga

  

SUMBAR | Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR memimpin langsung press conference Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar di RS Bhayangkara TK III Padang, Kamis 22 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi penanda penting dalam upaya negara memberikan kepastian identitas kepada para korban bencana alam dan keluarganya.

Di hadapan jajaran lintas instansi dan publik, Brigjen Pol. Solihin menyampaikan hasil pra-rekonsiliasi Operasi DVI Sumbar, di mana tiga jenazah korban bencana berhasil diidentifikasi secara ilmiah melalui pemeriksaan DNA. Ia menegaskan, setiap proses dilakukan dengan standar ketat dan penuh kehati-hatian.

Tiga jenazah yang telah teridentifikasi tersebut masing-masing tercatat sebagai No. AM 73 atau No. PM B/65/2025 atas nama Jaruni, yang terkonfirmasi melalui kecocokan DNA dengan anak kandungnya, Pian. Saat ini jenazah disemayamkan di ruang pendingin RS Bhayangkara Padang.

Selanjutnya No. AM 123 atau No. PM RSUD 35 berhasil diidentifikasi sebagai Dusra Maini, ayah biologis dari Ihwanda Saputra. Jenazah berada di wilayah Kabupaten Agam. Sementara itu No. AM 068 teridentifikasi atas nama Irna Silvia, juga melalui hasil pemeriksaan DNA yang sah dan valid.

Brigjen Pol. Solihin menjelaskan bahwa hasil identifikasi tersebut telah disampaikan langsung kepada pihak keluarga korban. Menurutnya, penyampaian informasi dilakukan secara manusiawi dan penuh empati, mengingat duka mendalam yang dirasakan keluarga.

Ia menegaskan bahwa identifikasi korban bencana bukan sekadar urusan administrasi, melainkan amanah kemanusiaan. Setiap jenazah memiliki hak atas identitas, dan setiap keluarga berhak mendapatkan kepastian.

Dalam keterangannya, Wakapolda Sumbar menekankan bahwa proses DVI tidak bisa dikerjakan oleh Polri sendiri. Dibutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari tenaga medis forensik, rumah sakit, dinas sosial, dinas kesehatan, hingga dukungan aktif masyarakat.

Brigjen Pol. Solihin juga mengapresiasi kerja Tim DVI Polda Sumbar yang bekerja dalam senyap namun penuh dedikasi. Hingga saat ini, masih terdapat delapan jenazah yang belum teridentifikasi dan proses pencocokan data terus berjalan.

Ia mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga akibat bencana untuk segera melapor dan memberikan data antemortem serta sampel DNA agar proses identifikasi dapat dipercepat dan dipastikan keakuratannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Drs. Syaifullah, M.M. menyampaikan bahwa identifikasi jenazah sangat krusial dalam penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial. Untuk korban meninggal dunia, bantuan sebesar Rp15 juta per jiwa memerlukan identitas yang sah dan terverifikasi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi korban luka berat sebesar Rp5 juta, bantuan perbaikan rumah rusak berat, sedang, dan ringan, serta bantuan pemulihan ekonomi dan kebutuhan hidup dasar. Seluruh bantuan tersebut hanya dapat disalurkan dengan data yang valid dan akurat.

Menutup keterangannya, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin kembali menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan kemanusiaan. Tim DVI Polda Sumbar akan terus bekerja hingga seluruh korban mendapatkan kepastian identitas dan keluarga memperoleh haknya secara utuh.


[TIM RMO]

Posting Komentar

0 Komentar