BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "KABAR MEDIA NEWS"

Dari Kantor Bupati Pasaman, Reza Shahab Sampaikan Komitmen Sosial KAI Divre II Sumbar

  

SUMATRA BARAT|Suasana hangat Ramadhan terasa kental di Kantor Bupati Pasaman, Kamis siang itu. Di tengah semangat ibadah dan kebersamaan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan kabar baik bagi masyarakat Cubadak Timur. Bantuan senilai Rp250 juta digelontorkan untuk pembangunan Masjid Al Mursydin, sebuah rumah ibadah yang selama ini menjadi harapan warga setempat.

Momentum bulan suci dimaknai bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan waktu terbaik untuk menebar manfaat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI Divre II Sumbar menunjukkan bahwa kehadiran perusahaan tidak berhenti pada rel dan perjalanan kereta, tetapi juga menyentuh denyut kebutuhan sosial masyarakat.

Penyerahan bantuan berlangsung secara simbolis di Kantor Bupati Pasaman. Hadir Vice President TJSL KAI Kantor Pusat, Sulardi Wiyatman, Manager Keuangan & SDM Divre II Sumbar Aries Tri Mulyo bersama tim TJSL, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyambut baik kontribusi tersebut. Ia menilai dukungan KAI menjadi energi tambahan bagi percepatan pembangunan daerah, khususnya sarana ibadah yang memiliki peran strategis dalam pembinaan moral dan spiritual masyarakat.

Masjid Al Mursydin yang berlokasi di Cubadak Timur, Kabupaten Pasaman, dirancang menjadi pusat kegiatan keagamaan warga. Bantuan Rp250 juta itu diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan sehingga masjid dapat segera difungsikan secara optimal.

Sulardi Wiyatman dalam sambutannya menegaskan bahwa program TJSL merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan. Ramadhan, menurutnya, memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan dalam setiap langkah sosial yang dijalankan KAI.

Bagi KAI, kontribusi sosial bukan agenda seremonial. Perusahaan menempatkan keberlanjutan sebagai prinsip utama, memastikan setiap bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menegaskan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk tumbuh bersama masyarakat. Menurutnya, kehadiran KAI harus dirasakan bukan hanya lewat layanan transportasi, tetapi juga melalui kontribusi nyata yang menyentuh kebutuhan sosial.

Reza menyebut Ramadhan sebagai momentum refleksi sekaligus penguat komitmen keberlanjutan. Setiap program TJSL, katanya, dirancang dengan perencanaan matang agar benar-benar memberi dampak positif bagi pembangunan sosial dan ekonomi daerah.

Ia menambahkan, sinergi antara KAI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program semacam ini. Kolaborasi yang terjalin diyakini mampu memperluas manfaat dan mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai sektor.

Penyerahan bantuan kepada pengurus Masjid Al Mursydin menjadi simbol komitmen tersebut. Di balik angka Rp250 juta, tersimpan harapan agar masjid ini kelak menjadi pusat ibadah yang nyaman, sekaligus ruang berkumpul dan mempererat ukhuwah warga.

Ramadhan tahun ini pun diharapkan menjadi lebih bermakna bagi masyarakat Cubadak Timur. Shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga kegiatan sosial keagamaan lainnya dapat berlangsung dalam suasana yang lebih representatif.

KAI Divre II Sumbar memastikan bahwa program TJSL akan terus berjalan secara berkelanjutan. Setiap tahunnya, perusahaan berupaya mengalokasikan dukungan sosial pada sektor-sektor prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Di tengah dinamika pembangunan daerah, peran dunia usaha menjadi salah satu pilar penting. Kehadiran KAI melalui TJSL menunjukkan bahwa perusahaan BUMN mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Reza Shahab menutup rangkaian kegiatan dengan penegasan komitmen. KAI Divre II Sumatera Barat, ujarnya, akan terus hadir membawa keberkahan melalui kontribusi nyata, menjadikan Ramadhan bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga gerakan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat Sumatera Barat.

Posting Komentar

0 Komentar